Pada artikel terdahulu saya sudah menjelaskan beberapa produk penyakit kritis beserta manfaatnya, jika anda belum sempat membacanya klik saja link ini : http://gabrielpruaini.blogspot.co.id/2016/09/menakutkan-penyakit-kritis-tidak-lagi.html#
Agar anda lebih memahami produk yang saya jelaskan ada baiknya saya akan buatkan sebuah ilustrasi pendukung agar anda tahu dimana letak perbedaan dari produk-produk tersebut.
Berikut ilustrasi nya:
Seorang ibu bekerja sebagai karyawan swasta disalah satu perusahaan. Ibu tersebut berumur 31 tahun dan tidak perokok. Karena tuntutan pekerjaan yang berat dan tidak memiliki banyak waktu untuk menjalankan pola hidup sehat beliau sadar akan penyakit kritis dapat menghampirinya sewaktu-waktu. Dia tidak ingin kelak menyusahkan anaknya yang masih kecil apabila terjadi resiko yang tidak diinginkan terlebih dia tidak mau meninggalkan dan menjadi beban biaya bagi keluarganya. Untuk mengantisipasi hal demikian beliau menyisihkan sebagian kecil dari penghasilannya untuk ditanam sebagai investasi dan proteksi untuknya. Beliau membeli suatu produk asuransi dengan jaminan proteksi penyakit kritis dengan premi 1 juta / bulan.
| Manfaat Produk |
| Tabel Manfaat Nilai Tunai |
| Halaman Depan Proposal |
1. Prulink term : Apabila ibu Iren meninggal diusia tidak melebihi 70 tahun maka ahli waris akan memperoleh uang pertanggungan sebsesar Rp.600.000.000 (enam ratus juta rupiah) + Nilai Tunai
2. Prumultiple crisis cover : Apabila ibu Iren mengalami salah dari 34 jenis penyakit kritis sebanyak maksimum kondisi kritis dalam 3 kelompok yang berbeda dan usia tertanggung utama tidak melebihi 70 tahun, maka akan dibayarkan uang pertanggungan sebesar Rp. 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta) tanpa mengurangi uang pertanggungan dasar (PAA)
3. Prulink asusurance account (PAA) : Apabila ibu rina meninggal diusia melebihi 70 tahun maka akan dibayarkan uang pertanggungan dasar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) + Nilai Tunai*
4. Nilai Tunai : Besarnya nilai tunai dapat dilihat pada( Gambar 2) Tabel Besarnya Nilai Tunai yang Terbentuk
0 komentar
Posting Komentar